Kala hati ini merasa rapuh karena kehadiranmu
kenapa justru kau ulurkan jemari kasih
menjadikan hati ini tegar dan terbiasa.
Bersama berlalunya hari..
kini kau telah berani menyayat hatikukenapa justru kau ulurkan jemari kasih

menjadikan hati ini tegar dan terbiasa.
Bersama berlalunya hari..
yang bahkan lebih perih ketika awal kamu menarik hati ini
dengan uluran jemari lembutdan lisanmu yang manis.
Begitu tebal kabut yang selama ini membayangi cerahnya pelangi
Dan kemanakah dulu logika ini pergi,yang begitu tak terjamah
karena samarnya kabut...
Sang waktu pun kini mengembalikan indahnya pelangi
yang selama ini tersandra karena tebalnya kabut putih.
Indah warna sang pelangi pun kini terlihat dlm retina...
menjalar lembut perlahan ke relung hati yang sempat luka..
2 komentar:
Aduh.. sungguh menyentuh hati....
Boleh dicopy ea....????
hehehe. Buat tugas B.Indo.
Posting Komentar